Saat berbincang-bincang santai bersama beberapa temanku sesama penyandang tunanetra yang sedang menempuh smester-smester akhir di bangku kuliah, hal yang paling berat dibicarakan adalah masalah penyusunan skripsi.
Deskripsi proses penusunan karia ilmiah yang merupakan syarat mutlak bagi gelar S1 ini sepertinya jadi momok yang hebat khususnya di kalangan mahasiswa tunanetra.
Itu semua dilatarbalakangi dengan berbagai factor baik eksternal ataupun internal (dari dalam masing-masing pribadi)
Sebenarnya, bila direnungkan secara seksama, kendala yang dihadapi saat penyusunan skripsi tidaklah setara dengan hasilnya nanti bukan?
Kita boleh merasa bahwa penyusunan skripsi yang kita buat tak semudah mereka (teman-teman sekelas) kita menyusunnya.
Boleh jadi berjuta alas an seperti sempitnya subjek penelitian, sulitnya mencari buku sumber, jarangnya reader yang membantu, sampai hal-hal bersifat teknis yang sebenarnya mudahpun terasa sangat membingungkan.
Akhirnya kesimpulan akhir dari sebuah keluhan adalah fenomena klasik yang ternyata sudah menjamur di kalangan mahasiswa tunanetra.
“Ya” Menyerahkan penyusunan skripsi kita pada orang yang dianggap bisa membantu kita. Jelas, konsentrasi memikirkan bagaimana kita menyusun skripsi, beralih pada bagaimana mendapatkan sejumlah uang untuk membayar orang yang membantu menyelesaikan skripsi kita.
Diakui ataupun tidak, mahasiswa yang menyerahkan pengerjaan skripsi pada orang lain hanya 10 persen saja dia menyumbangkan ede atapun materi dalam skripsinya.
Dan hal inilah yang membuat saya prihatin luar biasa,
Ternyata, kemajuan teknologi yang sudah merambah sampai komunitas kitapun tak banyak yang memanfaatkannya.
Bayangkan, seorang mahasiswa, diberi fasilitas lengkap oleh orangtua, seperti perangkat computer saja, masih mencari-cari orang yang bisa menerima orderan skripsinya.
Yang lucu, sementara orang yang ditunjuk sibuk dengan skripsinya, dia asyik menggunakan komputernya untuk sekedar mendengar lagu dan bermain facebook.
Sehubungan dengan itu, aku punya sedikit trik untuk kalian teman-teman/adik-adik para calon sarjana yang mungkin sedang/akan menusun skripsi.
- yakinilah bahwa judul skripsi dengan model penelitian apapun telah kita kuasai dan siap kita garap.
- komunikasi dengan dosen penelitian saat kuliah jangan dilupakan karena dari dialah kita akan dapat banyak masukan selain dari dosen pembimbing.
- buang jauh-jauh untuk mencari seseorang untuk pengerjaan skripsi milik kita, yakinkan diri kita bahwa skripsi itu adalah harga diri kita sebagai seorang mahasiswa.
- usahakan mencari reader atau relawan yang sekiranya punya banyak waktu luang untuk membantu agar proses editing skripsi kita tidak berubah-ubah dan proses penyusunan skripsi akan lebih cepat.
- jangan sia-siakan kesempatan bila sedang bimbingan untuk menanyakan permasalahan dalam skripsi kita, dan jangan lupa untuk mencatat sendiri selain dari catatan dosen hal-hal perbaikan seperti dengan tulisan Braille, mencatat di handpon, atau menulisnya di computer genggam.
- bila sulit mencari buku sumber, carilah nomor telpon toko buku on line lewat pencarian google dan kamu bisa menanyakan buku-buku yang kamu butuhkan dengan tak perlu repot-repot datang ke tokonya langsung.
- jangan pernah berdiam diri, dan menunggu reader datang setelah melakukan bimbingan. Bersegeralah buka file skripsimu! Kerjakan sedikit-sedikit apa yang bisa kamu kerjakan sebelum bantuan datang.
- Kurangi jadwal tidur, merumpi, apa lagi sekedar bersenang-senang bersama teman-temanmu, karena pengerjaan skripsi kita jauh lebih menantang dari itu semua.
- terakhir, berdoalah lewat detik-detik akhir shalat, dan beberapa menit menjelang subuh. Serahkan setiap kesulitan dan hambatan agar kita diberikan kemudahan.
Nah! Teman-teman! Semangat yah! Boleh kita berbeda dalam penglihatan yang kurang sempurna,
Tapi itu bukan satu-satunya hambatan yang menjadikan perbedaan kita dengan mereka semakin nyata.
Bila kita mengerjakannya dengan semangat dan fikiran fositip,mengerjakan skripsi itu mudah loh? J)

0 komentar:
Poskan Komentar